Rabu, 14 Juli 2010

Ahmad Syafe'i Said PART II


setiap perjalanan hidup pasti penuh rintangan dan cobaan,,, apakah kita bisa mengatasinya,,,, ? tentu saja kita bisa,,, ' asal kita memiliki keyakinan yang kuat dan semagat yang kuat tentu saja,,, semua rintangan dan cobaan pasti bisa dijalani dengan mudah,,,, "
oleh sebab itu jangan kita putus asa jika ingin maju dan sukses,,,, serta lapisi pondasi perjalanan hidup dengan keimanana dan do'a,,, semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk jalan yang kita tempuh. amiin

AHMAD SAFE'I SAID


Ketenangan jiwa adalah sumber bagi kebahagiaan. Seseorang individu tidak akan mengalami perasaan yang bahagia ketika jiwanya tidak tenang atau gelisah. Hakikat perjalanan hidup yang kita jalani, Semakin kita melangkahkan kaki dalam kehidupan semakin banyak masalah yang datang dan pergi.Karena banyaknya persoalan kehidupan yang menyebabkan manusia merasa bimbang, resah dan gundah.

Secara logikanya, apabila berhadapan dengan banyak persoalan dan tanggungjawab yang perlu diselesaikan tentulah menyebabkan seseorang sukar untuk mempunyai jiwa yang tenang. Bagaimanakah kita bisa memiliki ketenangan jiwa membawa kebahagian, banyak orang kesulitan merasa bahagia, meskipun badannya sehat, secara meteri berkecukupan, dan keluarganya lengkap. bahagia atau sengsara sebetulnya berasal dari diri sendiri. Pada dasarnya semua kejadian di dunia (termasuk perilaku orang lain dan peristiwa yang tak terduga) adalah netral. Manusia yang dikaruniai pikiran punya kebebasan untuk menilai apakah suatu kejadian itu negatif atau positif. Ketidak bahagiaan terjadi karena kita belum bisa mengambil hikmah dari suatu kejadian, akibatnya diri kita sendiri yang menderita, meskipun kejadian yang memicunya sudah berlalu.

Ketenangan jiwa melahirkan sebuah kebahagian yang murni, seseorang yang memiliki ketenangan jiwa mereka tegar dan mantap menghadapi segala permasalahan hidup yang ada. Ketenangan jiwa tidak akan bisa kita miliki jika kita memiliki prasangka buruk, atau selalu berfikiran negatif. Diantara emosi negatif yang sering menjadi penyebab sulitnya merasa bahagia atau jiwanya tidak tenang adalah

* Rasa dendam, marah, benci, sakit hati kepada seseorang.
* Merasa ingin “protes” kepada Tuhan
* Tidak bisa menerima takdir / kejadian pahit di masa lalu.
* Tidak bisa memaafkan seseorang secara penuh.
* Ingin dilahirkan sebagai (ingin menjadi) orang lain.
* Selalu merasa kekurangan
* Sudah berkecukupan, tapi selalu takut jatuh miskin, takut bangkrut / dipecat dalam kerjanya
* Dan fikiran negatif lainya

Ketenangan jiwa yang melahirkan kebahagian berawal dari kepasrahan total manusia terhadap sang pencipta, menerima apapun yang telah dimilikinya, dan semangat untuk memperbaikinya bukan merubah seseuatu yang tidak mungking. kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki tidak menghampiri manusia yang tidak mengenal dirinya dan tidak mengenal Tuhannya. betapun kaya orang itu, betapapun berkuasa orang itu. kita harus yakin bahwa kehadiran kita di dunia bukanlah suatu yang sia-sia. Ketenangan jiwa tidak sejalan dengan ketakutan. Selama kita khawatir, kita tidak akan bisa melihat Ketenangan jiwa yang ada di sekitar kita. Ketakutan cenderung membuat kita melakukan hal yang justru menjauhkan kita dari Ketenangan jiwa itu sendiri.

PART III

Ujian dan cobaan berat apapun bukan wujud dari kebencian ALLAH.

Justru memberikan peluang bagi kita untuk semakin interopeksi diri.Barang kali selama kita bertahta di singgasana kesuksesan kita bisa lupa daratan.Boleh jadi kesuksesan kita telah melukai orang lain.ALLAH tidak rela hamba-NYA itu hanyut oleh kefanaan dunia.maka diujilah kita dgn berbagai cobaan sbgi batu rintangan.Ujian hidup malah menempa kematangan dalam menatap dunia yg sesungguhnya.Keresahan hati bila di perturutkan akan berlanjut pada frustasi.jiwa yg resah akan membungkam ketajaman fikiran.kita tidak dpt membaca peta kehidupan dgn bijaksana bila hati kita resah.pelita hati menjadi padam oleh kebimbangan.Al Qur'an amat peduli dgn keresahan hati kita,dalam beberapa ayat bnyk diuraikan untuk mengobati jiwa yg resah.

''orang orang yg beriman dan hati mereka menjadi tentram dgn mengingat ALLAH.Ingatlah dgn mengingat ALLAH lah hati terasa tentram''Qs.Ar-Ra'd;13-28

Maka berhasil ataupun gagal sudah menjadi hal yg lumrah untuk di hadapi.dgn bersyukur dan brbuat baik dan siap dgn sgla kemungkinan terburuk,maka kita merasa terhormat di pilih ALLAH untuk menempuh ujian-NYA.Mustahil ALLAH melimpahkan semua kesuksesan pada satu pribadi saja,dan melupakan hak hamba-NYA.
Atas nama keadilan ALLAH lah ,kesuksesan dan kegagalan menjadi sunatullah yg tak terpisahkan dr takdir setiap insan.{hidayah}

Wallahu a'lam

PART IV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar